Mengatasi Anak yang Kurang Nafsu Makan
Berikut beberapa penyebab anak tidak mau makan:
- Memakan cemilan padat kalori menjelang jam makan, sehingga anak tidak merasa lapar. Contohnya permen, minuman ringan, coklat, chiki, dll. Akibatnya ketika jam makan tiba anak sudah kekenyangan.
- Minum susu terlalu banyak. Padahal setelah anak berusia 1 tahun, kehadiran susu dalam menu sehari-hari bukanlah hal wajib. Secara gizi, susu hanya untuk memenuhi kebutuhan kalsium dan fosfor saja. Kalsium dan fosfor sendiri mudah kita dapatkan dalam ikan-ikanan, sayur & buah. Kurangi susu! Di atas usia 1 tahun kebutuhan susu hanya 2 gelas sehari. Mulailah melatih anak dengan berbagai jenis makanan. Ubah pola pikir orangtua
- Bosan dengan menu
- makan ataupun penyajian makanan. Variasikan menu makanan dengan baik.
- Anak sedang dalam fase 'negativistik'. Bina komunikasi yang baik dengan anak. Bersabarlah menghadapi anak.
- Anak sedang sakit / sedih. Anak tidak mau makan dapat juga disebabkan karena anak sedang sakit atau sedang sedih.
Buat
suasana makan yang menyenangkan bagi anak. Sajikan makanan yang cukup
bervariasi kepada anak, ikan, daging merah, sayur-sayuran, dan
buah-buahan, sehingga anak tidak bosan. Kurangilah makanan-makanan
"jajanan" yang membuat kenyang tapi tapi tidak memiliki kandungan
nutrisi yang baik (empty calories). Buatlah suasana yang menimbulkan
anggapan bahwa makan adalah sesuatu yang menyenangkan. Jangan cepat
menyerah jika anak tidak menyukai makanan yang kita tawarkan. Coba
ulangi lagi dengan suasana yang berbeda.
Berikut beberapa kiat yang dapat Anda terapkan untuk menambah nafsu makan anak Anda:
- Beri camilan yang sehat, kaya serat dan multivitamin seperti potongan buah, sayur kukus, keju, jagung, dan lain sebagainya
- Atur waktu makan camilan jauh sebelum waktu makan sehingga anak tidak kekenyangan saat waktu makan tiba
- Kurangi susu hingga 2 gelas sehari. Konsumsi susu seringkali dianggap dapat menggantikan makanan utama seperti nasi, sayur dan lauk-pauk padahal secara gizi susu dikonsumsi hanya untuk memenuhi kebutuhan kalsium dan fosfor yang juga bisa didapatkan dari ikan, sayur, dan buah-buahan
- Variasikan menu makan anak dengan teknik penyajian yang menarik
- Hindari tindakan pemaksaan. Pada usia > 2 tahun anak cenderung sering membantah dan tidak menurut. Sikap negativistik ini juga dapat terlihat sebagai tindakan penolakan terhadap makanan. Hal ini merupakan bagian dari tahapan perkembangan normal psikologis anak untuk menunjukkan keinginan anak menjadi mandiri. Semakin dipaksa anak akan semakin menolak. Oleh karena itu anda harus dapat memahami dengan tidak memaksanya. Bila ia tetap tidak mau makan, beri ia makanan ringan yang padat kalori seperti pastel, dan lain-lain.
Pahami
kondisi anak dengan membina komunikasi yang baik dan bersabar. Pola
makan sehat bukan berarti harus banyak secara jumlah, tetapi harus
diperhatikan komposisi makanan, penyajian, dan kebersihannya.



wah ,,sangat membantu sekali ini ,, mengatasi anak yang susah makan ,,terimakasih informasinya gan..
ReplyDeleteYa terkadang anak saya susah sekali untuk makan , membuat saya pusing harus dengan cara apalagi , tapi boleh di coba dengan cara2 di atas ..
ReplyDeleteMakasih infonya gan ..