Kisah Satpam Sumbangkan Hampir Seluruh Gajinya untuk Siswa Miskin

Setiap bulan berapa dari jumlah penghasilan Anda yang disisihkan untuk bersedekah dan membantu orang-orang tidak mampu?
Nah, cerita tentang seorang sekuriti atau petugas satuan keamanan di China yang memiliki jiwa sosial tinggi ini mungkin akan menyadarkan dan menginspirasi kita.
Bayangkan, selama 19 tahun terakhir, Ma Yong selalu menyisihkan tiga perempat dari penghasilannya untuk membantu siswa-siswa miskin.
Quote:
|
Padahal, Ma Yong berpenghasilan 2.000 yuan per bulan atau setara dengan Rp4,2 juta. Namun, dia tak segan menyumbangkan 1.700 Yuan atau setara dengan Rp3,5 juta dari penghasilannya untuk siswa miskin. |
Seperti dikutip dari CCTVNews, Ma hanya menggunakan uangnya untuk kebutuhan sehari-hari, transportasi dan tagihan telepon.
Ia merasa cukup karena makanan dan seragam sudah disediakan oleh perusahaan tempatnya bekerja.
Quote:
| "Saya bisa makan dengan baik dan memakai pakaian yang hangat itu sudah jadi kebahagian,"ungkapnya seperti yang dilansir dari CCTVNews. |
Sikap dermawan Ma ini sempat mendapat penolakan dari keluarganya.
Ma tinggal bersama orang tuanya yang sudah berusia 70 tahun dan bekerja sebagai petugas kebersihan.
Ibunya pernah memintanya untuk berhenti menyisihkan penghasilannya untuk disumbangkan.
Namun Ma bersikukuh. Dia menolak menyetop keran sumbangannya tersebut.
Bukan tanpa alasan Ma menyumbangkan hampir seluruh penghasilan kepada siswa miskin.
Pasalnya, imbuh Ma, dia dulu pernah dibantu rekan tentaranya saat membutuhkan uang untuk pengobatan ibunya.
Ketika itu, ibunya mengalami kecelakaan dan kehilangan jarinya. Ma tidak punya yang cukup untuk biaya perawatan ibunya.
Sejak pensiun menjadi tentara, Ma sudah melakoni berbagai pekerjaan.
Tapi, ia tetap mempertahankan sikap dermawannya tak peduli berapa banyak penghasilan ia peroleh.
Quote:
| "Saya tidak ingin keluarga kesulitan, tapi saya juga tidak bisa berhenti untuk membantu siswa-siswa miskin," ungkapnya. |
Banyak orang bertanya-tanya apakah cara Ma ini ide yang baik membantu orang lain di saat individu tersebut hidup dalam keterbatasan.
"Ini sangat dihargai, namun tidak dianjurkan," tulis seorang netizen.



0 komentar:
Post a Comment